Sistem Power Data Center

Pada dasarnya Sumber Power Sistem daya listrik Data Center mencakup semua komponen yang merupakan bagian dari jalur kebutuhan distribusi listrik data center, yaitu jalan untuk memindahkan listrik dari fasilitas utilitas Trafo PLN dan Genset  ke alokasi khusus untuk  DEVICE IT, termasuk server, subsistem penyimpanan,  networking switches, router dan firewall, serta pemasangan kabel dan physical racks yang digunakan untuk mengatur dan menghubungkan peralatan IT sesuai dengan fungsinya tidak boleh sama sekali lost power sehingga menimbulkan offline, Power betul betul memenuhi syarat power consumption device data center dari segi voltage 3 Phasa dan single phasa, frekuensi listrik.

Adapun sebagai pembahasan bisa di uraikan dari langkah awal sumber Power kelistrikan sampai ke titik power consumption power distribusi unit ( PDU ) atau stop kontak :

1.Incoming Load PLN dan Incoming Load Genset, sebelum menentukan berapa daya KWh yang diperlukan dan berapa Daya Genset (KVA) yang akan di terapkan secara permanen atas bangunan data center tersebut, perlu diketahui langkah Awal hitung terlebih dahulu semua komponen yang memerlukan daya listrik. Jika sudah diketahui daya yang diperlukan dan jangan lupa tambah teloransi +20% s/d 30% sebagai antisipasi ke depanya bila ada expand penambahan device. Langkah selanjutnya antara Incoming Load PLN dan Incoming Load Genset di Integrasi di Panel ATS (Automatic Transfer Switch) AMF (Automatic Main Failure). Fungsi dari Panel tersebut adalah untuk menyalakan mesin genset jika beban yang di layani kehilangan sumber energy listrik utama PLN dan sebaliknya secara otomatis.

2.Load UPS (Uninterruptible Power Supply) ,perlu diketahui langkah awal hitung terlebih dahulu semua komponen Device IT dan Komunikasi yang memerlukan daya Load UPS. Jika sudah diketahui baru bisa ditentukan kapasitas UPS yang akan di install permanen. Fungsi utama dari UPS adalah:
a. menyediakan arus sementara yang dibutuhkan perangkat elektronik manakala terjadi pemutusan sumber arus sementara yang terjadi secara tiba-tiba.
b. menstabilkan arus yang diterima oleh perangkat elektronik tersebut, perangkat UPS tersebut yang akan membantu mengatur kestabilan arus listrik yang diterima oleh device. Sebagai media distribusi Load UPS maka disediakan Panel PP-UPS yang fungsinya sebagai pembatas dan distribusi ke setiap PDU ( Power distribusi Unit ) Rack Device IT dan Server.

3.AC PRECISION, Peralatan telekomunikasi membutuhkan volume udara yang lebih besar dari pada pendingin udara biasa. Beban panas kepadatan tinggi di ruang yang relatif kecil memerlukan lebih banyak perubahan udara dari pada aplikasi “akurasinya” yang kurang padat. Tanpa volume udara yang tepat, titik-titik panas dan fluktuasi suhu bisa berkembang dalam ruang. Selain itu, volume udara yang lebih besar memberikan yang lebih tinggi. Mempertahankan tingkat kelembaban yang benar di ruang server sama pentingnya dengan menjaga suhu yang tepat. Kelembaban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kondensasi di dalam peralatan telekomunikasi / potensi kerusakan perangkat keras. Data center sarat dengan perangkat IT yang kompleks yang memerlukan pengawasan ketat agar seluruh sistem dan perangkat dapat terus berjalan dari hari ke hari tanpa berhenti. Sistem pendingin data center memiliki peran khusus dalam menjaga temperatur sekaligus tingkat kelembaban di ruangan data center agar tidak sampai terjadi overheat pada salah satu perangkat yang mana saling terhubung satu sama lain dan dapat mengakibatkan sistem sedikit tersendat (Offline). Temperature ruangan data center antara 18°C sampai dengan 20°C.

4. Pencegahan awal dari kebakaran di ruang data center.Cara kerja FM200 suppression sistem lebih unggul / efektif untuk melindungi kebakaran pada ruang tertutup dimana dalam ruangan tersebut terdapat device komunikasi dan Server, Suppression sistem merupakan sistem pemadam kebakaran yang dirancang otomatis ketika terjadi kebakaran. karena FM200 Suppression mampu mencegah atau mengendalikan kerusakan dan kerugian yang akan diakibatkan oleh kebakaran pada perangkat atau material yang memang harus dilindungi. Pada umumnya Fire Suppression ini menggunakan Gas sebagai extinguishing media nya. Karena biasa digunakan untuk melindungi perangkat-perangkat elektronik seperti ruangan server, instalasi jaringan komputer, trafo, genset, turbin, UPS, control room, dll. FM200 Suppression tidak seperti sprinkler sistem atau pemadam portable otomatis lainnya. Mereka mampu memberikan pemadaman terhadap api, namun water sprinkler akan meninggalkan kerusakan pada perangkat yang tidak mengalami kebakaran. Akhirnya tingginya biaya pemulihan yang dikeluarkan, bukan karena kerusakan pada perangkat yang terbakar, namun karena kerusakan perangkat lainnya yang terkena dampak residu dan air. Hal tersebut diakibatkan dari pemilihan sistem pemadaman yang tidak tepat.

MCFA ( Main control fire alarm ) Satu-satunya perangkat yang memproses segala aktifitas di dalam FM200 Fire    Suppression disebut dengan Control Panel. Perangkat inilah yang mengelola segala respon dari perangkat-perangkat input yang selanjutnya diproses dan dikelola lalu memberikan reaksi berupa perintah dan tindakan lanjutan kepada perangkat-perangkat output. Segala aktifitas yang dilakukan Control Panel membutuhkan aliran arus listrik. Namun saat Control Panel kehilangan power dari sumber tenaga utama, Control Panel masih memiliki 2 [dua] battery kering sebagai cadangan. Sehingga apabila terjadi pemadaman listrik, Control Panel masih bisa beroperasi untuk melayani FM 200 Fire Suppression.